Breaking News :
KanalLogoLogo
Jumat, 27 Februari 2026

Pemerintahan

Kementerian Agama dan UNICEF Perkuat Literasi Kesehatan Santri melalui Pesantren Kilat ImmuniBooster

Didik HariantoKamis, 26 Februari 2026 14:01 WIB
Kementerian Agama dan UNICEF Perkuat Literasi Kesehatan Santri melalui Pesantren Kilat ImmuniBooster

Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UNICEF Indonesia menyelenggarakan Pesantren Kilat ImmuniBooster Workshop sebagai upaya strategis memperkuat literasi kesehatan, ketahanan terhadap misinformasi, serta kesadaran imunisasi di kalangan santri.

ratecard

Bogor  - Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UNICEF Indonesia menyelenggarakan Pesantren Kilat ImmuniBooster Workshop sebagai upaya strategis memperkuat literasi kesehatan, ketahanan terhadap misinformasi, serta kesadaran imunisasi di kalangan santri. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24–26 Februari 2026 di Bogor dengan melibatkan santri dan santriwati dari pesantren yang direkomendasikan Kementerian Agama.

Program kolaboratif ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar secara lengkap di Indonesia, yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksin. Di sisi lain, derasnya arus misinformasi di ruang digital turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap imunisasi, termasuk di kalangan keluarga dan komunitas pendidikan keagamaan.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, mengingat jumlahnya yang mencapai puluhan ribu dengan jutaan santri di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, penguatan literasi kesehatan berbasis nilai keislaman dinilai penting agar santri mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi kesehatan yang benar dan kontekstual di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

“Pendekatan ini mengontekstualisasikan imunisasi sebagai bentuk ikhtiar preventif untuk mencegah kemudaratan, sejalan dengan maqashid al-syari’ah dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs),” tegas Basnang Said di Bogor, Selasa (24/02/2026)

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning Yusi Damayanti  menjelaskan bahwa Kolaborasi Direktorat Pesantren Kementerian Agama dan UNICEF merupakan upaya strategis untuk memperkuat literasi pentingnya Imunisasi di kalangan Pesantren

“Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga kesehatan generasi bangsa. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah yang harus diupayakan melalui ilmu, tabayun, dan ikhtiar yang maksimal,” ujar Yusi Damayanti.

Sebagai bagian dari penguatan perspektif keislaman, Kementerian Agama menghadirkan dosen UIN Cirebon sekaligus tokoh pengkaji Kitab Kuning, Sofi Mubarok, sebagai narasumber. Dalam paparan, Sofi Mubarok menelaah pandangan ulama klasik serta fatwa-fatwa internasional terkait pentingnya imunisasi dalam kerangka fikih pencegahan.

Khazanah Turats dalam kajian Ushul Fiqhi menjelaskan bahwa prinsip pencegahan penyakit telah lama dibahas oleh ulama melalui kaidah “dar’ al-mafasid muqaddam ‘ala jalb al-masalih” (mencegah kerusakan didahulukan daripada menarik kemaslahatan)” Sofi memperjelas

Menurut Sofi Mubarok, imunisasi dapat dipahami sebagai bentuk ikhtiar ilmiah yang sejalan dengan kaidah tersebut, karena bertujuan mencegah penyakit berbahaya sebelum terjadi wabah.

Workshop ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan 40 santri berusia 15–18 tahun dari empat pesantren, didampingi guru atau wali asrama. Para peserta akan diajak menggali persepsi, mengidentifikasi mitos dan miskonsepsi seputar imunisasi, serta mendiskusikan pengalaman mereka terkait kesehatan di lingkungan pesantren dan keluarga.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang meliputi pengantar hak kesehatan anak, pemahaman dasar imunisasi, sesi identifikasi hoaks dan misinformasi, hingga penyusunan rencana aksi berbasis komunitas santri. Pendekatan ini mengintegrasikan perspektif kesehatan publik dengan nilai-nilai Islam seperti ikhtiar, ilmu, dan tawakal, sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterima dan relevan dengan kultur pesantren.

UNICEF Indonesia menyampaikan bahwa anak muda, termasuk santri, merupakan kelompok strategis dalam ekosistem digital yang memiliki potensi besar sebagai penyebar pesan positif terkait kesehatan. Oleh karena itu, pembekalan kemampuan literasi informasi dan verifikasi fakta menjadi bagian penting dalam kegiatan ini guna membangun ketahanan terhadap disinformasi yang berkembang di media sosial.

Sebagai luaran kegiatan, hasil diskusi santri mengenai mitos dan fakta seputar kesehatan dan imunisasi akan dikurasi menjadi buku saku atau cheat sheet yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami untuk digunakan di lingkungan pesantren. Dokumen ini diharapkan menjadi bahan edukasi berkelanjutan yang memperkuat advokasi kesehatan berbasis komunitas keagamaan.

Melalui sinergi Kementerian Agama, UNICEF, dan pemangku kepentingan terkait, kegiatan Pesantren Kilat ImmuniBooster diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat edukasi kesehatan yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang sehat, kritis terhadap informasi, dan berdaya dalam menjaga kesehatan diri serta komunitasnya.

Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan literasi kesehatan di pesantren merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, berakhlak, dan berpengetahuan, selaras dengan upaya perlindungan hak kesehatan anak dan pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan. (FDL)




Pilihan Untukmu