Breaking News :
KanalLogoLogo
Jumat, 29 Agustus 2025

Sosial

Bentrokan Ricuh Warnai Aksi Demo di DPR, Rantis Brimob Diduga Lindas Pengendara Ojek Online

Mita BerlianaKamis, 28 Agustus 2025 23:42 WIB
Bentrokan Ricuh Warnai Aksi Demo di DPR, Rantis Brimob Diduga Lindas Pengendara Ojek Online

demo

ratecard

JAKARTA - Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) berlanjut hingga malam hari dan berujung ricuh. Bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian terjadi di sejumlah titik, termasuk kawasan Gerbang Pemuda, Gelora Bung Karno, dan Jalan Asia Afrika, Senayan.

Massa yang diduga berasal dari kelompok pelajar masih bertahan di depan Mal Senayan City sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka melakukan sejumlah perusakan dengan membakar pembatas jalan, merusak pos polisi, dan menghancurkan papan pos Satpatwal. Massa juga membawa bambu, kayu, dan besi sambil meneriakkan yel-yel revolusi.

Aparat kepolisian berupaya membubarkan kerumunan dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon. Massa membalas dengan melempar batu, petasan, dan menyalakan kembang api ke arah polisi. Sejumlah peserta aksi ditangkap, dan terdapat laporan dari saksi mata bahwa beberapa yang diamankan mengalami pemukulan.

Humas Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Imbas bentrokan menyebabkan lalu lintas di sekitar Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika lumpuh. Tim medis jalanan turun tangan menangani korban yang mengalami sesak napas akibat gas air mata dan luka-luka.

Kericuhan semakin memicu kemarahan massa setelah beredar video viral yang menunjukkan sebuah mobil rantis Brimob diduga melindas seorang pengemudi ojek online yang berusaha menyelamatkan diri. Massa langsung mengepung dan memukuli kendaraan taktis tersebut. Menanggapi insiden ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf. Ia menyatakan penyesalan atas peristiwa yang terjadi dan memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk menindaklanjuti serta mencari keberadaan korban.

Pilihan Untukmu