
Jakarta– Salah satu persoalan mendasar pendidikan di Indonesia adalah
putusnya jenjang pendidikan akibat kemiskinan. Bantuan pendidikan pun menjadi
instrumen penting untuk memutus rantai tersebut. Program Indonesia Pintar (PIP)
yang diberikan pemerintah hadir sebagai
tulang punggung melalui
bantuan tunai yang memastikan anak dari
keluarga miskin atau rentan miskin tetap bersekolah hingga menuntaskan
pendidikan menengah. Namun, tantangan belum berhenti di sana. Di berbagai daerah terutama wilayah 3T
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), keberlanjutan pendidikan ke perguruan
tinggi kerap terhenti terbentur biaya hidup, keterbatasan informasi, dan
minimnya pendampingan.
Mengatasi permasalahan ini, BSI Maslahat
berdiri di garis depan sebagai
lembaga amil zakat nasional yang dipercaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Kemendikdasmen) Republik Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam
meningkatkan partisipasi pendidikan, khususnya bagi para pelajar di
wilayah 3T. Kepercayaan ini lahir karena rekam jejak BSI Maslahat dalam
pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang amanah, profesional
dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sejalan
dengan visi Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,
dengan akses yang adil, merata, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia, BSI
Maslahat mengambil peran yang lebih besar untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam
visi besarnya sebagai lembaga pengelola
ZISWAF yang terdepan, BSI Maslahat hadir memberikan solusi. Ketika para
pelajar 3T mulai ragu apakah mimpi kuliah masih mungkin mereka kejar. Untuk
menjawab tantangan itu, BSI Maslahat menghadirkan program BSI Inspiring Day,
sebuah gerakan literasi dan motivasi yang menyasar para pelajar SMA/SMK/sederajat di wilayah 3T.
BSI Inspiring Day dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap dan diikuti
lebih dari 2.000 pelajar. Tahap pertama berlangsung pada 21–24
Desember 2025 di 5 (lima) titik, yakni Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lebak,
Kota Bengkulu, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten
Sambas. Tahap kedua
dilaksanakan pada 12–15 Januari 2026 di Kota Ternate, Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Bulukumba, Kota Riau, dan Kabupaten Selayar.
Dalam
kesempatan penyampaian laporan program BSI Inspiring Day oleh Direktur Empowerment & Waqf BSI Maslahat, Roni Setyabudi
kepada Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen, Dr. Adhika
Ganendra S.Si., M.M., pada Rabu, (28/01) di Kantor Kemendikdasmen. Dr. Adhika
Ganendra menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dijalin serta
menegaskan pentingnya dorongan bersama dari masyarakat dan lembaga
agar kuota KIP Kuliah benar-benar terserap optimal terutama
oleh siswa miskin penerima PIP. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa
ketika ada dukungan
semangat kuliah dan dukungan ekosistem dari BSI Maslahat, maka angka
lanjut kuliahtransisi bisa didongkrak hingga 100 persen.
“Dalam
hal ini meningkatkan persentase penerima KIP dalam kuota tersebut, kami dibantu
oleh BSI Maslahat. Kami baru
terima laporan tentang program BSI Inspiring Day, bagaimana
program tersebut mendongkrak angka itu. Mudah-mudahan kerja sama dengan BSI Maslahat
dapat berlanjut
tahun ke tahun.
Dan semoga apa yang kita kerjakan menjadi
amal jariah kita
semua.” ujarnya.
Di
banyak wilayah, transisi dari SMA/SMK ke perguruan tinggi bukan sekadar
keputusan akademik, melainkan keputusan keluarga yang sering kali berhadapan
dengan tekanan ekonomi jangka pendek.
Dalam keluarga miskin,
anak kerap didorong
segera bekerja setelah lulus sekolah untuk membantu
pendapatan rumah tangga.
Situasi ini membuat
pilihan “kuliah” terlihat sebagai kemewahan, bukan kebutuhan. Di
sisi lain, hambatan besar yang sering
“tak terlihat” adalah kurangnya pemahaman dan pendampingan di tingkat
sekolah menengah. Banyak siswa penerima PIP memahami bantuan hanya sampai lulus
SMA/SMK, tetapi tidak memiliki peta jalan yang jelas untuk mendaftar KIP
Kuliah: kapan mendaftar, dokumen apa yang harus disiapkan, bagaimana memilih
jalur masuk, hingga bagaimana menyiasati biaya awal. Kondisi ini membuat siswa
miskin kalah bukan karena tidak mampu secara akademik, melainkan karena kurang
informasi dan pendampingan. Di tengah kenyataan itu, BSI Maslahat melalui
program BSI Inspiring Day hadir sebagai jawaban atas kekosongan pendampingan
yang selama ini membayangi para pelajar 3T. Program ini tidak hanya membuka akses
informasi tentang pendidikan tinggi dan skema beasiswa seperti
KIP Kuliah, tetapi juga
menghadirkan motivasi, bimbingan, dan kehadiran langsung para praktisi
pendidikan dan mahasiswa dari Top 10 PTN penerima BSI Scholarship yang
memahami tantangan di lapangan.
BSI Inspiring Day membantu siswa melihat bahwa “kuliah” bukan lagi kemewahan yang jauh dari
jangkauan, melainkan peluang yang benar-benar dapat mereka raih ketika ada
tangan yang menuntun, menguatkan, dan membuka arah masa depan.
Direktur
Empowerment & Waqf BSI Maslahat, Roni Setyabudi menegaskan bahwa BSI
Inspiring Day dirancang sebagai program strategis yang menjawab langsung
kesenjangan informasi dan pendampingan bagi pelajar 3T. “Sebagai program yang
kami gagas untuk membuka akses pengetahuan, BSI Inspiring Day hadir untuk
memperluas cara pandang pelajar 3T, menumbuhkan keberanian mereka bermimpi, dan
membekali mereka dengan pemahaman yang jelas tentang peluang pendidikan tinggi.
Kami ingin memastikan setiap siswa memiliki arah, keyakinan, dan peta jalan
yang nyata untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Metode pelaksanaan BSI Inspiring Day terdiri atas seminar
pentingnya pendidikan tinggi oleh
praktisi pendidikan serta mentorship kelompok. Mentorship
didampingi oleh relawan
Maslahat yang merupakan awardee BSI Scholarship. Dalam sesi mentorship juga
dilakukan sesi interaktif melalui pengisian Buku Inspirasi. Dengan pendekatan
ini, pelajar tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga strategi perencanaan
untuk menembus kampus negeri.
Kehadiran BSI Inspiring Day memberikan
dampak nyata bagi pelajar wilayah 3T. Mereka memperoleh wawasan baru tentang
peluang pendidikan tinggi, sekaligus keyakinan bahwa kampus negeri bukanlah
mimpi yang mustahil. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen
perubahan sosial melalui kerelawanan.
Sejumlah
pelajar menyampaikan kesan positif setelah mengikuti program BSI Inspiring Day.
“Kakak-kakak sangat memotivasi. Saya jadi tahu bahwa ternyata
banyak peluang untuk
masa depan saya,” ungkap Keisya, pelajar SMAN 2 Sambas.
Senada dengan itu, Rafli dari SMKN 1 Bawang
juga merasakan dampak
serupa. “Yang paling berkesan adalah
sesi refleksi diri dan pengenalan diri untuk menentukan pilihan karier setelah lulus. Rasanya seperti mendapat
pencerahan yang benar-benar mengubah cara pandang saya,” tuturnya.
Kesan para pelajar yang merasakan manfaat nyata program ini
menjadi cermin bahwa pendampingan bukan sekadar tambahan, tetapi kebutuhan
mendasar. BSI Maslahat hadir menjawab kebutuhan itu. Mereka pulang dengan mata
yang lebih terang, mimpi yang lebih terarah,
dan keyakinan baru bahwa masa depan yang cerah bisa mereka raih dengan langkah yang benar.
BSI Maslahat menegaskan bahwa akses pendidikan tinggi adalah hak seluruh anak bangsa. Melalui BSI Inspiring Day, BSI Maslahat berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelajar wilayah 3T agar mampu merencanakan, mempersiapkan, dan menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan percaya diri. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan lahirnya Generasi Indonesia Emas 2045 yang cerdas, berdaya saing, dan siap memimpin masa depan bangsa




















